Search this blog


Home About Contact
Rabu, 15 Oktober 2008

JAMU : SAMBILOTO PENYEMBUH KENCING MANIS, KOLESTEROL, DLLN  

Jamu adalah sebutan untuk obat tradisional dari Indonesia. Belakangan populer dengan sebutan herba atau herbal.

Jamu dibuat dari bahan-bahan alami, berupa bagian dari tumbuhan seperti rimpang (akar-akaran), daun-daunan dan kulit batang, buah. Ada juga menggunakan bahan dari tubuh hewan, seperti empedu kambing atau tangkur buaya.

Jamu biasanya terasa pahit sehingga perlu ditambah madu sebagai pemanis agar rasanya lebih dapat ditoleransi peminumnya.

Di berbagai kota besar terdapat profesi penjual jamu gendong yang berkeliling menjajakan jamu sebagai minuman yang sehat dan menyegarkan. Selain itu jamu juga diproduksi di pabrik-pabrik jamu oleh perusahaan besar seperti Jamu Air Mancur, Nyonya Meneer atau Djamu Djago, dan dijual di berbagai toko obat dalam kemasan sachet. Jamu seperti ini harus dilarutkan dalam air panas terlebih dahulu sebelum diminum. Pada perkembangan selanjutnya jamu juga dijual dalam bentuk tablet, kaplet dan kapsul.

Daftar isi

[sembunyikan]

[sunting] Penjualan jamu gendong

Penjualan jenis dan jumlah jamu gendong sangat bervariasi untuk setiap penjaja. Hal tersebut tergantung pada kebiasaan yang mereka pelajari dari pengalaman tentang jamu apa yang diminati serta pesanan yang diminta oleh pelanggan. Setiap hari jumlah dan jenis jamu yang dijajakan tidak selalu sama, tergantung kebiasaan dan kebutuhan konsumen. Setelah dilakukan pendataanrujukan?, diperoleh informasi bahwa jenis jamu yang dijual ada delapan, yaitu beras kencur, cabe puyang, kudu laos, kunci suruh, uyup-uyup/gepyokan, kunir asam, pahitan, dan sinom.

Hampir semua penjual jamu menyediakan seluruh jenis jamu ini meskipun jumlah yang dibawa berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan konsumen. Masing-masing jenis jamu disajikan untuk diminum tunggal atau dicampur satu jenis jamu dengan jenis yang lainrujukan?. Beberapa di antara responden, selain menyediakan jamu gendong juga menyediakan jamu serbuk atau pil hasil produksi industri jamu.

Jamu tersebut diminum dengan cara diseduh air panas, terkadang dicampur jeruk nipis, madu, kuning telor, dan selanjutnya minum jamu sinom atau kunir asam sebagai penyegar rasa.

[sunting] Jenis jamu, khasiat, bahan baku, dan cara pengolahan

Jamu gendong pada umumnya digunakan untuk maksud menjaga kesehatan. Orang membeli jamu gendong seringkali karena kebiasaan mengkonsumsi sebagai minuman kesehatan yang dikonsumsi sehari-hari.

[sunting] Jamu beras kencur

Jamu beras kencur dipercaya dapat menghilangkan pegal-pegal pada tubuh. Dengan membiasakan minum jamu beras kencur, tubuh akan terhindar dari pegal-pegal dan linu yang biasa timbul bila bekerja terlalu payah. Selain itu, banyak pula yang berpendapat bahwa jamu beras kencur dapat merangsang nafsu makan, sehingga selera makan meningkat dan tubuh menjadi lebih sehat.

[sunting] Bahan baku

Dalam pembuatan jamu beras kencur, terdapat beberapa variasi bahan yang digunakan, namun terdapat dua bahan dasar pokok yang selalu dipakai, yaitu beras dan kencur. Kedua bahan ini sesuai dengan nama jamu, dan jamu ini selalu ada meskipun komposisinya tidak selalu sama di antara penjual jamu. Bahan-bahan lain yang biasa dicampurkan ke dalam racikan jamu beras kencur adalah biji kedawung, [[|jahe|rimpang jahe]], biji kapulogo, buah asam, kunci, kayu keningar, kunir, jeruk nipis, dan buah pala. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan.

[sunting] Cara pengolahan

Pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu direbus dan dibiarkan sampai dingin, kemudian disediakan sesuai kebutuhan. Mula-mula beras disangan, selanjutnya ditumbuk sampai halus. Bahan-bahan lain sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Kedua bahan ini kemudian dicampur, diperas, dan disaring dengan saringan atau diperas melalui kain pembungkus bahan. Sari perasan bahan dicampurkan ke dalam air matang yang sudah tersedia, diaduk rata. Selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol.

[sunting] Jamu Kunir Asam

Jamu kunir asam dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'adem-ademan atau seger-segeran' yang dapat diartikan sebagai jamu untuk menyegarkan tubuh atau dapat membuat tubuh menjadi dingin. Ada pula yang mengatakan bermanfaat untuk menghindarkan dari panas dalam atau sariawan, serta membuat perut menjadi dingin. Seorang penjual jamu mengatakan bahwa jamu jenis ini baik dikonsumsi oleh ibu yang sedang hamil muda dan dapat menyuburkan kandungan. Ada pula penjual jamu yang menganjurkan minum jamu kunir asam untuk melancarkan haid.

[sunting] Bahan baku

Penggunaan bahan baku jamu kunir asam pada umumnya tidak jauh berbeda di antara pembuat. Perbedaan terlihat pada komposisi bahan penyusunnya. Jamu dibuat dengan bahan utama buah asam ditambah kunir/kunyit, namun beberapa pembuatnya ada yang mencampur dengan sinom (daun asam muda), temulawak, biji kedawung, dan air perasan buah jeruk nipis. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan seringkali mereka juga mencampurkan gula buatan, serta dibubuhkan sedikit garam.

[sunting] Cara pengolahan

Pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu direbus sampai mendidih dan jumlahnya sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), dimasukkan ke dalam air mendidih dan direbus sampai mendidih beberapa saat. Selanjutnya, ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Rebusan yang diperoleh dibiarkan sampai agak dingin, kemudian disaring dengan saringan. Rebusan yang sudah disaring dibiarkan dalam panci dan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.

[sunting] Jamu Sinom

Manfaat, bahan penyusun, serta cara pembuatan jamu sinom tidak banyak berbeda dengan jamu kunir asam. Perbedaan hanya terletak pada tambahan bahan sinom. Bahkan, beberapa penjual tidak menambahkan sinom, tetapi dengan cara mengencerkan jamu kunir asam dengan mengurangi jumlah bahan baku yang selanjutnya ditambahkan gula secukupnya.

[sunting] Jamu Cabe Puyang

Jamu cabe puyang dikatakan oleh sebagian besar penjual jamu sebagai jamu 'pegal linu'. Artinya, untuk menghilangkan cikalen, pegal, dan linu-linu di tubuh, terutama pegal-pegal di pinggang. Namun, ada pula yang mengatakan untuk menghilangkan dan menghindarkan kesemutan, menghilangkan keluhan badan panas dingin atau demam. Seorang penjual mengatakan minuman ini baik diminum oleh ibu yang sedang hamil tua.

[sunting] Bahan baku

Bahan dasar jamu cabe puyang adalah cabe jamu dan puyang. Tambahan bahan baku lain dalam jamu cabe puyang sangat bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya. Bahan lain yang ditambahkan antara lain temu ireng, temulawak, jahe, kudu, adas, pulosari, kunir, merica, kedawung, keningar, buah asam, dan kunci. Sebagai pemanis digunakan gula merah dicampur gula putih dan kadangkala mereka juga mencampurkan gula buatan serta dibubuhkan sedikit garam.

[sunting] Cara pengolahan

Pada umumnya tidak jauh berbeda, yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih dan dibiarkan sehingga dingin, jumlahnya sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk menggunakan lumpang dan alu besi atau batu. Seluruh bahan ini kemudian diperas melalui saringan ke dalam air matang yang sudah tersedia. Selanjutnya, ramuan yang diperoleh diaduk rata kemudian dimasukkan ke dalam botol-botol.

[sunting] Jamu Pahitan

Jamu pahitan dimanfaatkan untuk berbagai masalah kesehatan. Penjual jamu memberikan jawaban yang bervariasi tentang manfaat jamu ini, namun utamanya adalah untuk gatal-gatal dan kencing manis. Penjual yang lain mengatakan manfaatnya untuk 'cuci darah', kurang nafsu makan, menghilangkan bau badan, menurunkan kolesterol, perut kembung/sebah, jerawat, pegal, dan pusing.

[sunting] Bahan baku

Bahan baku dasar dari jamu pahitan adalah sambiloto. Racikan pahitan sangat bervariasi, ada yang hanya terdiri dari sambiloto, tetapi ada pula yang menambahkan bahan-bahan lain yang rasanya juga pahit seperti brotowali, widoro laut, doro putih, dan babakan pule. Ada pula yang mencampurkan bahan lain seperti adas dan atau empon-empon (bahan rimpang yang dipergunakan dalam bumbu masakan).

[sunting] Cara pengolahan

Pembuatan jamu pahitan adalah dengan merebus semua bahan ke dalam air sampai air rebusan menjadi tersisa sekitar separuhnya. Cara ini dimaksudkan agar semua zat berkhasiat yang terkandung dalam bahan dapat larut ke dalam air rebusan. Sebagai hasil akhirnya, diperoleh rebusan dengan rasa sangat pahit. Khusus jamu pahitan, tidak diberikan gula atau bahan pemanis lain. Sebagai penawar rasa pahit, konsumen minum jamu gendong lain yang mempunyai rasa manis dan segar seperti sinom atau kunir asam.

[sunting] Jamu Kunci Suruh

Jamu kunci suruh dimanfaatkan oleh wanita, terutama ibu-ibu untuk mengobati keluhan keputihan (fluor albus). Sedangkan manfaat lain yaitu untuk merapatkan bagian intim wanita (vagina), menghilangkan bau badan, mengecilkan rahim dan perut, serta dikatakan dapat menguatkan gigi.

[sunting] Bahan baku

Bahan baku jamu ini sesuai dengan namanya, yaitu rimpang kunci dan daun sirih. Biasanya selalu ditambahkan buah asam yang masak. Beberapa penjual jamu menambahkan bahan-bahan lain yang biasa digunakan dalam ramuan jamu keputihan atau jamu sari rapat seperti buah delima, buah pinang, kunci pepet, dan majakan. Dalam penelitian ini, ditemukan bahan lain yang ditambahkan, yaitu jambe, manis jangan, kayu legi, beluntas, dan kencur. Sebagai pemanis digunakan gula pasir, gula merah, dan dibubuhkan sedikit garam.

[sunting] Cara pengolahan

Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu air direbus sampai mendidih sesuai dengan kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu atau diiris tipis-tipis (kunyit), diperas, disaring, dan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah didinginkan. Selanjutnya, ditambahkan gula sesuai kebutuhan, sampai diperoleh rasa manis sesuai selera dengan cara dicicipi. Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.

[sunting] Jamu Kudu Laos

Menurut sebagian besar penjual jamu, khasiat jamu kudu laos adalah untuk menurunkan tekanan darah. Tetapi, ada pula yang mengatakan untuk melancarkan peredaran darah, menghangatkan badan, membuat perut terasa nyaman, menambah nafsu makan, melancarkan haid, dan menyegarkan badan.

[sunting] Bahan baku

Bahan baku jamu kudu laos adalah buah mengkudu masak ditambah rimpang laos dan biasanya ditambahkan buah asam masak (asam kawak). Sedangkan bahan tambahan lain yang ditemukan dalam penelitian ini adalah merica, bawang putih, kedawung, jeruk nipis, bahkan ada yang menambahkan tape singkong. Sebagai pemanis digunakan gula merah dan gula putih, ditambahkan sedikit garam.

[sunting] Cara pengolahan

Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu yaitu pertama-tama air direbus sampai mendidih sejumlah sesuai kebutuhan. Bahan-bahan sesuai dengan komposisi racikan ditumbuk secara kasar menggunakan lumpang dan alu besi atau batu kemudian diperas dan disaring dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk dijajakan.

[sunting] Jamu Uyup-uyup/Gepyokan

Jamu uyup-uyup atau gepyokan adalah jamu yang digunakan untuk meningkatkan produksi air susu ibu pada ibu yang sedang menyusui. Hanya seorang penjual jamu yang mengatakan bahwa ada khasiat lain, yaitu untuk menghilangkan bau badan yang kurang sedap, baik pada ibu maupun anak dan 'mendinginkan' perut.

[sunting] Bahan baku dan cara pengolahan

Bahan baku jamu uyup-uyup sangat bervariasi antar pembuat jamu, namun pada umumnya selalu menggunakan bahan empon-empon yang terdiri dari kencur, jahe, bangle, laos, kunir, temulawak, puyang, dan temugiring. Cara pengolahan pada umumnya tidak jauh berbeda antar penjual jamu, yaitu semua bahan dicuci bersih tanpa dikupas, selanjutnya empon-empon dirajang (diiris tipis) ditambah bahan-bahan lain dan ditumbuk kasar, lalu diperas serta disaring. Perasan dimasukkan ke dalam air matang yang sudah dingin. Selanjutnya ditambahkan gula (atau pemanis buatan) sampai diperoleh rasa manis sesuai selera (dicicipi). Ramuan selanjutnya dimasukkan ke dalam botol-botol dan siap untuk diperjual belikan.

http://id.wikipedia.org/wiki/Jamu

TINGKATKAN KEKEBALAN TUBUH ; Meniran-Sambiloto Hambat HIV/AIDS  

HINGGA saat ini belum ada penelitian yang membuktikan sebuah formula bisa untuk mengobati AIDS dan menjadi penyelamat jiwa penderitanya. Namun, sejumlah pakar berhasil menemukan setidaknya ada jenis tumbuhan yang mampu bekerja menghambat perubahan virus HIV menjadi AIDS, meski belum bisa membunuhnya, yakni meniran dan sambiloto.

Ketua Klinik VCT Rumah Sakit Prof Dr Margono Sukarjo (RSMS) Banyumas dr Akhmad Wiryawan mengatakan, menurut penelitian yang dilakukan pakar luar negeri, tanaman sambiloto dan meniran memiliki khasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam menghadapi berbagai serangan penyakit termasuk HIV/ AIDS.

Selain itu, kedua tanaman tersebut memiliki kemampuan mencegah virus HIV menjadi dewasa, masuk ke sel tubuh dan berkembang biak. “Kegunaan itulah yang harusnya dilihat masyarakat khususnya pengidap HIV/AIDS, sebagai solusi alternatif obat konvensional buatan pabrik.

http://www.aidsindonesia.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=621&Itemid=73

Populasi kedua tanaman itu juga sangat banyak di Indonesia, bahkan keberadaannya selama ini hanya dipandang sebelah mata sebagai tumbuhan pengganggu,” papar Akhmad Wiryawan kepada KR di ruang kerjanya baru-baru ini.

Dijelaskan, pengidap HIV/ AIDS kebanyakan menggunakan obat konvensional, yakni Antiretroviral (ARV). Namun obat ini mempunyai efek samping bagi penggunanya, yakni mempengaruhi pencernaan, alergi kulit, terganggunya fungsi organ tubuh, serta tidak bisa dicampur dengan sembarang obat.

“Sebagai obat buatan pabrik dan memiliki kandungan kimia sintetis yang tinggi, otomatis ARV mempunyai efek samping, sehingga pengguna tidak merasa nyaman. Selain itu harganya mahal dan sering terkendala pasokan karena masih diimpor.

Berbeda dengan meniran dan sambiloto yang alami dan murah. Selain khasiatnya sama, penggunaannya tidak menimbulkan efek samping,” ujar Akhmad.

Ditambahkan, proses pengolahan meniran dan sambiloto hingga siap dikonsumsi sebagai obat penghambat HIV/AIDS cukup mudah dan bisa dilakukan semua orang. Antara lain dengan memasak tumbuhan itu dan meminum air rebusannya, atau membuatnya menjadi jus.

“Prosesnya memang mudah, namun agar hasilnya maksimal, terapi harus dilakukan secara teratur setiap hari minimal sekali. Jika dilakukan secara teratur, dalam jangka waktu tiga bulan hasilnya terlihat dengan naiknya tingkat kekebalan tubuh, dan itu sudah terbukti,” tandas Akhmad.
(Jarot Sarwosambodo)-s

Sambiloto Si Pahit Berkhasiat Selangit  

Asal tanaman sambiloto, nama latin dan daerah hidupnya.
Sambiloto banyak di temukan di daratan Asia. Selain Indonesia, sambiloto juga terdapat di India, Filipina, Vietnam dan Malaysia. Tanaman yang bernama latin Andrographis Paniculata Ness ini dapat hidup subur di daerah tropis dengan ketinggian antara 1- 700 meter diatas permukaan laut.

Sambiloto merupakan tanaman semak yang mempunyai banyak cabang yang berdaun dan tingginya bisa mencapai kurang lebih 90 cm. Daun sambiloto kecil-kecil berwarna hijau tua dan bunganya berwarna putih. Sambiloto juga dapat berkembang biak sepanjang tahun, dengan biji maupun dengan cara stek batang. Perbanyakan dengan stek batang juga relatif mudah dilakukan. Caranya, pilihlah batang yang agak tua yang memiliki daun sekitar 10 helai. Batang tersebut dipotong sepanjang kurang lebih 20 cm lalu ditancapkan ke tanah di tempat teduh. Hanya dalam waktu sekitar satu bulan, tanaman sambiloto sudah mulai di penuhi daun muda. Bagian yang biasa digunakan untuk obat tradisional adalah daunnya yang rasanya sangat pahit. Sebenarnya selain daunnya, batang, bunga dan bagian akar juga bermanfaat obat.


Dari jaman dahulu kala hingga sekarang.
Relief daun sambiloto ada di Candi Borobudur serta di Kitab Serat Rama dalam bahasa Jawa Kawi di sekitar abad 18. Disebutkan sambiloto berkhasiat untuk mengobati prajurit Hanoman yang terluka ketika perang melawan Rahwana.

Di Indonesia, banyak orang mengenal sambiloto dari mbok jamu gendong, yang biasa disebut dengan nama jamu paitan. Seringkali orang mengkonsumsi cairan paitan yang warnanya kehitaman dari mbok jamu, dan kemudian pahitnya diusir dengan minum beras kencur. Campuran ini biasa dikenal untuk mengusir masuk angin.

Selain membeli di jamu gendong, orang juga bisa mengkonsumsi sambiloto dengan cara merebus daunnya. Daun yang kering pun tidak kalah manfaatnya bahkan sekarang ada pula sambiloto dalam bentuk teh celup. Bagi yang tidak tahan dengan pahitnya, namun ingin mendapat khasiat istimewa sambiloto, dapat mengkonsumsi sambiloto dalam bentuk kapsul.

Sejalan dengan trend “back to nature”, kalangan asing pun sudah banyak yang melirik khasiat sambiloto. Berbagai penelitian yang dilakukan baik di dalam maupun di luar negeri, menemukan bahwa di balik rasa pahit sambiloto, terkandung zat aktif androgapholid yang sangat bermanfaat untuk pengobatan. India juga sudah lama mengenal tanaman obat ini, bahkan sambiloto digunakan untuk memerangi epidemi flu di India pada tahun 1919 dan terbukti efektif sehingga sambiloto mendapat julukan the “Indian Echinacea”.
Di Cina, sambiloto sudah di uji klinis dan terbukti berkhasiat sebagai anti hepapatoksik (anti penyakit hati). Di Jepang, sedang di jajaki kemungkinan untuk memakai sambiloto sebagai obat HIV, dan di Skandinavia, sambiloto di gunakan untuk mengatasi penyakit-penyakit infeksi.

Macam-macam khasiat sambiloto.
Secara turun-temurun, orang sudah menggunakan rebusan daun sambiloto untuk mencegah masuk angin atau influenza, menurunkan demam, sakit kuning, serta mengobati luka. Untuk mengobati luka, biasanya orang menumbuk daun sambiloto kering, dan menaburi luka atau korengnya dengan bubuk sambiloto. Selain itu pahitnya sambiloto juga dipercaya manjur untuk meredakan kencing manis.

Menurut dr J Sidhajatra yang sudah puluhan tahun memberi obat herbal pada pasien-pasiennya, sambiloto merupakan herbal yang mempunyai efek anti-infeksi / anti radang paling baik diantara tanaman obat lainnya. Penyakit-penyakit infeksi terutama infeksi pada jaringan mucus atau lendir, seperti infeksi tenggorokan penyebab influenza, infeksi saluran kemih, keputihan pada wanita maupun infeksi pada koreng, bisa diobati dengan sambiloto.

Dalam bentuk rebusan daun kering, dr. Sidhajatra menganjurkan dosis sebesar 5 gr, yang direbus bersama air 2 gelas sampai sisa 1 gelas untuk satu hari (diminum 3 x 1/3 gelas). Jika menggunakan daun segar, dosisnya adalah sekitar 30 lembar daun dengan cara yang sama seperti merebus daun kering. Dalam bentuk ekstrak, mengkonsumsi sampai dengan 1500 mg per hari masih dianggap aman. “Berdasarkan pengalaman saya, sambiloto dalam bentuk ekstrak ternyata terbukti lebih efektif mengatasi berbagai penyakit radang/infeksi” demikian dr Sidhajatra menambahkan.

Namun dr Sidhajatra mengingatkan bahwa penggunaan sambiloto untuk meredakan kencing manis, juga harus disertai dengan diet rendah karbohidrat dan gula. “Kalau cuma rajin mengkonsumsi sambiloto tapi makan tetap seenaknya, ya berbahaya”, demikian nasehat dr Sidhajatra.

Pendapat dari dr Paulus W Halim yang berpraktek di BSD City, Tangerang, sangat positif mengenai sambiloto. “Di padukan dengan herbal lain seperti temulawak, sambiloto jadi lebih efektif untuk mengobati penyakit saluran pernafasan bagian atas (ISPA). Sambiloto juga berfungsi sebagai imuno stimulator, dan obat herbal untuk penderita diabetes melitus, juga sebagai perangsang nafsu makan pada anak-anak” demikian penjelasan dokter lulusan Italia ini.

Pemanfaatan sambiloto di Indonesia.
Ironisnya, di Indonesia sendiri, sambiloto baru dikenal secara terbatas di kalangan orang orang yang biasa mengkonsumsi jamu. Melihat khasiatnya, tentu lebih baik jika kita kembali ke alam dengan mengkonsumsi tanaman obat sambiloto, dibandingkan dengan mengkonsumsi antibiotik yang memiliki efek samping kurang baik dan harganya yang relatif mahal. Dan jika negara-negara maju seperti Skandinavia, Jepang, Cina sudah menggunakan sambiloto, tentunya tidak ada alasan lagi mengapa kita sebagai negara penghasil sambiloto tidak mengkonsumsinya?

Khasiat Tanaman Sambiloto Untuk TBC  

Khasiat Tanaman Sambiloto Untuk TBC

suarasurabaya.net| Sekitar 8 orang peneliti Tanaman Sambiloto dari Universitas Airlangga Surabaya, Selasa (18/12) memasyarakatkan hasil penelitian terhadap tanaman Sambiloto di depan 25 kader Posyandu Puskesmas Kecamatan Tenggilis Surabaya.

Peneliti dari Unair yang terlibat bagi-bagi ilmu kepada sekitar 25 orang kader Posyandu Puskesmas Tenggilis antara lain, Dr. DJOHAR NUSWANTORO, dr, MPH (Fak. Kedokteran), Prof. NI MADE MERTANIASIH, dr., M.S., SpMK (Fak. Kedokteran), Dr. JUSTINUS FRANS PALILINGAN, dr., SpP(K) (Fak. Kedokteran), LINDAWATI ALIMSARDJONO, dr., M.Kes., SpMK (Fak. Kedokteran), MANIK RETNO WAHYU NITISARI, dr., M.Kes (Fak. Kedokteran), SULISTYAWATI, dr., M.Kes (Fak. Kedokteran), Dr. Dra. ATY WIDYAWRUYANTI, M.Si., Apt (Fak. Farmasi), dan Dr. Drs. IB WIRAWAN, SU (FISIP).

Acara yang digagas Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Unair dengan Tema Memasyarakatkan Tumbuhan Sambiloto Guna Suplemen Penunjang Pada Pengobatan Penderita Tuberkulosis dengan Program DOTS ini mendapat tanggap positif dari para kader.

Tanaman Sambiloto menurut Dr. Dra. ATY WIDYAWARUYANTI, M.Si., Apt, memang dikenal dengan jamu pepaitan karena rasanya yang pahit (King of Bitter). Secara tradisional, kata ATY, masyarakat Indonesia telah menggunakannya sebagai obat tonsil, borok, tifus, kencing manis.

Di India, tanaman ini juga digunakan sebagai tonikum. “Di China tanaman ini digunakan untuk obat panas (antipiretik), antiradang (antiinflamasi), antidiare dan antidisentri. Bahkan sejak akhir abad lalu Sambiloto dikenal di beberapa negara Eropa dan AS dikenal sebagai pencegah flu,” kata ATY.

Berdasarkan pengalaman empiris, lanjut ATY aman dikonsumsi. Penelitian ilmiah juga melaporkan hal demikian. “Pemberian rebusan daun Sambiloto pada kelinci menunjukkan bahwa daun Sambiloto akan memberikan efek toksik yang rendah pada dosis 13,4 g/kg BB sedangkan andrografolida totalnya pada dosis 40 g/kg BB,” jelas ATY seperti dalam siaran persnya untuk suarasurabaya.net, Selasa (18/12).

Untuk penderita TBC, tambah ATY, rebusan atau ekstrak tanaman ini sebaiknya diberikan sekitar dua jam sesudah minum obat yang diberikan oleh dokter. Mengapa demikian? Menurut ATY karena pemberian dosis tinggi pada manusia diketahui dapat menyebabkan gangguan lambung, tidak nafsu makan dan muntah. “Perut rasanya seperti sebah, solusinya berikan secara bertahap atau sedikit-sedikit dan lama-lama menjadi sesuai dengan dosis,” tambah ATY.

Dr. JUSTINUS FRANS PALILINGAN, dr., SpP(K) yang juga ahli Paru RSU dr Soetomo mengatakan, selama ini Sambiloto diberikan kepada pasien atau penderita TBC masih sebatas obat suplemen. Artinya obat yang berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh penderita. “Sedangkan obat utamanya masih menggunakan standar yang sudah ditentukan oleh WHO (World Health Organization) yaitu DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse) yaitu obat yang merupakan kombinasi dari beberapa jenis obat dalam jumlah dan dosis tepat selama 6-8 bulan,” terang Dr. FRANS.(tok)

Teks foto:
1. Tanaman Sambiloto.
2. Dr JUSTINUS FRANS PALILINGAN didepan kader posyandu.
Foito: Dok. Humas UNAIR Surabaya
http://www.suarasurabaya.net/v05/kelanakota/?id=2f308f665576043bc89e92fd48f3e932200747267

Khasiat Tanaman / Herbal Indonesia  

Lempuyang Emprit = Zingiber Amaricans

Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri = Sekuiterpenketon (u/ turunkan panas)

umumnya yg digunakan adl : rimpangnya (warnanya putih kekuningan, rasanya pahit)


Kunyit = Curcuma Longa

Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri, Curcumin, turmeron & Zingiberen yg berfgs sbg anti-bakteri, anti-oksidan & anti-inflamasi (anti-radang).

Selain sbg penurun panas, campuran ini jg dpt meningkatkan daya tahan tubuh.
Umumnya yg digunakan adl : rimpangnya, (warnanya pranye)


Sambiloto = Andrographis Paniculata

Seluruh bagian tanamannya dpt digunakan (daun & batang)

Kandungan senyawa :
Andrografolid Lactones (zat pahit), diterpene, glucosides & flavonoid yg dpt menurunkan panas, mineral (K, Ca, Na)
Andrografolid : u menurunkan gula darah

Penelitian di Thailand bhw : 6 gr sambiloto sama efektifnya dgn parasetamol.

Khasiat :
Atasi kencing-manis, meningkatkan kekebalan tubuh, atasi hepatitis, disentri, flu, demam, radang amandel, radang ginjal, paru, bronchitis, atasi kanker, TBC, hypertensi, kusta, keracunan, kencing nanah, kencing manis.


Pegagan = Centella Asiatica L. = Daun Kaki Kuda

Tumguh liar dipadang rumput, tepi selokan, sawah atau ditanam sbg penutup tanah, sbg tanaman sayur, merayap menutupi tanah, daun warna hijau berbentuk spt kipas ginjal.
Hidup ditanah yg agak lembab, cukup sinar matahari atau agak terlindung.
Dapat ditemukan didataran rendah sampai daerah dgn ketinggian 2.5 m dpl.

Kandungan senyawa :
Triterpenoid, saponin, Hydrocotyline & Vellarine.

Kandungan Kimia :
Asam Asiatat, B-Karioneta, B-Kariofilen, B-Elemena, B-Farnesen, B-Sitosterol, Brahminosida, Asam Brahmat, Brahmosida, Asam Sentelat, Asam Sentolat, Asam Elaiodat, Iso-Tankunisida.

Manfaat : utk penurun panas, re-vitalisasi tubuh & pembuluh darah, memperkuat struktur jaringan tubuh, radang hati disertai kuning.
Pegagan bersifat menyejukkan/mendinginkan, menambah tenaga & menimbulkan selera makan.
Digunakan u memperlancar aliran darah ke otak (makanan otak), shg tajam berfikir & meningkatkan saraf memory otak.

Daun :
Re-Vitalisasi sel & pembuluh darah, anti-infeksi, anti-bakteri, menurunkan panas & demam, diuretic, pembengkakan hati, meningkatkan kesuburan wanita, mengurangi gejala asma, mengobati hipotensi.

Herba :
Radang hati disertai kuning, campak, demam, sakit tenggorokan, asma, bronchitis, radang pleura, radang mata merah, keputihan, infeksi, batu saluran kencing, tekanan darah tinggi/hipertensi, rheumatism, pendarahan (muntah darah, batuk darah, mimisan, kencing darah), wasir, sakit perut, disentri, cacingan, tdk nafsu makan, lepra, TBC, keracunan makanan (jengkol, udang, kepiting), keracunan bhn kimia/obat2an.


Temulawak = Curcuma Xanthorhiza Roxb

Tumguh liar dihutan jati & padang alang2, biasa terdpt ditempat terbuka yg terkena sinar matahari & tumbuh didataran rendah sampai dataran tinggi.
Hasil maximal baiknya ditanam pd ketinggian 200-600 m dpl.

Penampilan mirip temu putih, hanya warna bunga & rimpangnya berbeda.
Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sdgkan temu-putih berwarna putih dgn tepi merah.
Rimpang temulawak berwarna jingga kecoklatan, sdgkan rimpang bagian dalam temu-putih berwarna kuning muda.

Temulawak memiliki zat aktif : Germacrene, Xanthor-rhizol, Alpha-Betha-Curcumena, dll.

Manfaat :
Sbg anti-inflamasi (anti-radang), anti-biotik, meningkatkan produksi & sekresi empedu, segarkan badan.
Sejak dulu digunakan sbg : obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, maag, perut kembung & pegal2.

Kegunaan :
Menurunkan kolesterol, panas badan, sakit kuning, radang ginjal, radang kronis, kandung empedu, mencegah peny. Hati, menghilangkan rasa nyeri, menyegarkan badan, perut kembung, sembelit, diare, mengurangi rasa nyeri sendi, pegal linu, rematik, menambah ASI, memulihkan kesehatan stl melahirkan, haid tdk lancer, wasir, tonikum & anti-bakteri.


Temu Putih = Curcuma Zedoaria

Tumbuh ditanah yg gembur, subur, mengandung bhn organic yg tinggi, drainase yg baik.
Temu putih dpt tumbuh pd ketinggian 250-1000 m dpl.

Kandungan Kimia :
Ribosome Inacting Protein (RIP), Zat Anti-oksidan.

Kegunaan :
Nyeri waktu haid, tdk datang haid, pembersih darah stl melahirkan, memulihkan gangguan pencernaan makanan, sakit perut, rasa penuh & sakit didada, limpa, anti-kanker, atasi kista, masalah pada perut.


Bawang Merah = Allium Cepa L.

Kandungan senyawa :
Minyak Atsiri, Sikloaliin, Metilaliin, Kaemferol, Kuersetin & Floroglusin.


Daun Kembang Sepatu = Hibiscus Rosa Sinensis

Selain daun kembang sepatu, dpt jg digunakan daun sirih atau daun kapuk.

Kembang sepatu mengandung : Flavonoida, Saponin & Polifenol.
Daun Sirih mengandung : Flavonoida, Saponin, Polifenol & Minyak Atsiri.
Daun Kapuk mengandung : Flavonoida, Saponin & Tanin.


Bawang Putih = Garlic = Allium Sativum

Terbuat dr suing bwg-pth pilihan mjd serbuk kering bwg-pth.

Khasiat :
Menurunkan kadar lemak darah shg mengurangi resiko peny jantung, menurunkan hypertensi, meningkatkan daya tahan tubuh, menormalkan sirkulasi & kolesterol darah, menormalkan penglihatan rabun dekat, memperbaiki sys pencernaan, mengurangi gejala rematik, atasi kesemutan, de-toxifikasi racun & efektif sbg anti-biotik, anti-bakteri, anti-jamur & keputihan.

Kontra :
Tdk dianjurkan untuk darah rendah & pasien alergi terhadap bawang putih & tukak lambung.

Side efek : gangguan lambung

Kolesterol : Salah satu jenis lemak yg dibuat di hati & ditemukan pada makanan hewani.
Kolesterol diperlukan oleh fungsi tubuh yg penting untuk : Membangun dinding sel, lindungi jaringan saraf, membuat hormone.
Bila kelebihan kolesterol akan berdampak negative.

Type kolesterol :
k. Baik = HDL = High Density Lipo-protein : HDL dlm jml tinggi diperlukan u angkut LDL dr darah -> back ke hati u dihancurkan
k. Jahat/Buruk = LDL = Low Density Lipo-protein :Kadar LDL yg tinggi sebabkan : hypertensi, jantung, stroke, gagal ginjal.

Kolesterol sebabkan terbentuknya plak pd dinding pembuluh darah shg pembuluh drh mjd sempit, sp supply Oksigen u jar tbh macet.
Bila pembuluh drh yg macet pd : jantung -> serangan jantung, pd otak -> Stroke, pd ginjal -> gagal ginjal.

Dr. Yu-Yan Yeh : “Garlic include seny = Allir-Sulfur u hambat bio-sintesis kolesterol did lm hati.

Kandungan kimia :
Minyak atsiri, senyawa fosfor, tuberkulodis, dsb.


Meniran = Phyllanthus Ninuri L.

Tinggi tanaman hingga 1 m, tumbuh liar, daun berbentuk bulat tergolong daun majemuk bersirip genap.
Seluruh bagian tanaman ini dpt digunakan.

Kandungan senyawa :
Lignan, Flavonoid, Alkaloid, Triterpenoid, Tanin, Vitamin-C, dll.

Manfaat :
Menurunkan panas & meningkatkan daya tahan tubuh.


Lidah-Buaya = Aloe-Vera L.

Tumbuh liar ditempat berudara panas tapi sering ditanam di pot & pekarangan rumah sbg tanaman hias.

Kandungan kimia :
Aloin, Barbaloin, Aloe-Emolin, Aleonin, Aloesin

Kegunaan :
Anti-biotik, penghilang rasa sakit, merangsang pertumbuhan sel baru pd kulit, cacingan, susah buang air kecil, sembelit, batuk, diabetes, radang tenggorokan, menurunkan kolesterol.


Bee-Pollen

Bee-pollen adl : Serbuk sari bunga jantan yg diambil oleh lebah & digunakan sbg makanan pokok dari seluruh koloni lebah madu. (tepung sari bunga)

Kandungan kimia :
Protein (asam amino bebas), Vitamin (B-Complex & Asam Folat, Vit A-C-D-E), Beta-carotene, selenium, Lesitin, karbohidrat, mineral.
Asam Glutamat : zat aktif u sel jar. Otak, nafsu-makan pd anak, atasi epilepsy.

Kegunaan :
Meningkatkan daya tahan/kekebalan tubuh, memperlambat proses penuaan & menghaluskan muka, menurunkan kolesterol, memperlancar fungsi pencernaan, mengobati asma, meningkatkan kesuburan bagi pria & wanita, lancarkan peredaran darah merah & meningkatkan kadar Oksigen hingga 25% lebih banyak u konsentrasi & daya piker tajam dari anak2 s/d dewasa, tingkatkan stamina & vitalitas tubuh, turunkan kolesterol, atasi asma.


Bangle = Zingiber Purpureum Roxb. Purple-Ginger.

Tumbuh pd daerah yg cukup kena sinar matahari
Khasiat :
Mengurangi lemak tubuh -> mengurangi berat badan, pelangsing.
Sembuhkan cacingan, demam, masuk-angin, gangguan mata, pusing krn deman, nyeri sendi, perut mulas, sakit kuning, peluruh kentut/Karminatif, peluruh dahak/Expectorant, pembersih darah.

Dalam rimpang bangle terdpt zat aktif u tingkatkan aktifitasenzim Lipase u hidrolisis lemak tubuh

Bangle tidak disarankan u ibu hamil.

Khasiat bangle dgn herbail lain= ok

Kandungan kimia :
Minyak atsiri (sineol, tinen), dammar, pati, flavonoid & tanin


Celery = daun Seledri = Apium Graviolen L.

Yang digunakan : daun & batangnya.
Daun & batang seledri paling byk simpan kandungan aktif yg berkhasiat.
Akar seledri dihindari karma terdapat racun.

Khasiat :
Ringankan gejala hypertensi ringan, normalkan kadar asam urat dlm darah, me(-)i rasa sakit pd sendi akibat asam-urat, lancarkan sirkulasi darah, turunkan tekanan darah, normalkan gula darah, jaga kesehatan jantung, tulang, sendi & atasi infeksi saluran kencing & menetralisir efek degeneratif & radikal bebas.

Kandungan Kimia :
glikosida, Apiin, Isoquersetin, Umbilliferon, Mannite, Inosite, Asparagin, Glutamin, Cholin, Linamaros, Pro-vitamin A, Vit-B, Vit-C.
pada daun : Minyak Atsiri, protein, Kalsium, garam fosfat.

Tidak disarankan : Penderita darah rendah


Kumis-Kucing = Orthosiphon Aristatus O.

Khasiat daun :
Meluruhkan batu urin/batu-ginjal, menurunkan kadar gula darah, rematik, anti-radang & melancarkan air seni

Kandungan Kimia :
Senyawa Kalium, glukosida, minyak atsiri, sapotonin, ortosifonida & flavon (sinansetin, cupatorin, scutellarein, tetra-metil eter, salvigenin, rhamnazin)

Kandungan Saponin & Tannin pd daun bisa jg mengobati keputihan.

Kandungan ortosifonin & garam Kalium (terutama pd daunnya) adl: komponen utama yg membantu larutnya asam urat, fosfat & oksalat dlm tubuh manusia (terutama dlm kandung kemih, empedu maupun ginjal) shg dpt cegah endapan batu ginjal


Mahkota Dewa = Phaleria Macrocarpa

Khasiat buah :
Anti-kanker, anti-tumor, anti-disentri, anti-insekta, hepato-toxic, atasi diabetes, hypertensi, hepatitis, rematik & asam urat

Buahnya mengandung : :
Saponin, Alkaloid, Polifenol, Plavonoid, Lignan, Minyak Atsiri, Sterol (yg berkhasiat sembuhkan berbagai penyakit kronis spt kanker, diabetes mellitus dsb)

Kasiat daun :
Atasi TBC, radang mata & tenggorokan.

Wanita hamil & bayi dilarang konsumsi mahkota-dewa karma kandungan kimianya sangat aktif.
Kelebihan dosis : pusing & mual


Paria = Momordica Charantia L.

Khasiat :
Atasi batuk, radang tenggorokan, demam, malaria, nafsu-makan, sariawan. Diabetess, cacingan, disentri.


Sambung-Nyawa = Gynura Procumbens L.

Kasiat :
Anti-bakteri, obati jantung, radang tenggorokan, batuk, sinusitis, polip, amandel.


Daun Sendok = Plantago Mayor

Khasiat :
Atasi gangguan pd saluran kencing, batu-empedu & prostate (Sembuhkan radang saluran kencing, radang prostate)

Mengkudu = Noni

Khasiat buah :
Meningkatkan vitalitas tubuh, menurunkan gula darah & tekanan darah, anti-septic, anti-radang, penyembuhan liver, stroke.


Keladi Tikus = Rodent-Tuber = Typhonium Flagelliforme

Khasiat :
Hentikan &mengatasi kanker serta penyakit berat lain seperti hepatitis.
Tidak dianjurkan untuk direbus, hanya akan mengurangi khasiatnya saja.

Kiat Merawat Kesehatan & Kecantikan Secara Alamiah  

Tampil sehat, bugar, cantik dan menarik merupakan dambaan setiap orang, terutama kaum wanita. Terkadang berbagai upaya dilakukan tanpa mengabaikan kesehatan yang menjadi faktor penunjang. Untuk itu seseorang akan terus berusaha meskipun harus mengeluarkan biaya demi terjamin dan tercapainya kesehatan yang prima dan penampilan yang menarik, apalagi kemajuan zaman menuntut setiap orang untuk selalu aktif berkarya dan berprestasi sehingga diharapkan untuk selalu tampil sehat dan bugar.

Untuk melakukan aktifitas sehari-hari sangat perlu didukung oleh tubuh yang sehat dan daya tahan tubuh yang kuat. Diantara upaya agar tetap tampil sehat, bugar, dan menarik yaitu dengan menerapkan pola hidup alamiah (back to nature) dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghindari kebiasaan merokok, minuman beralkohol, penyalahgunaan obat-obatan terlarang, kurang tidur, menghindari stres, menjaga pola makan, serta berolah raga secara teratur sehingga tubuh tidak rentan terhadap serangan penyakit.

Pola makan buruk seperti sering telat makan, konsumsi makanan yang mengandung lemak dan kolesterol tinggi, kurang minum air putih, dan lain-lain dapat menurunkan daya tahan tubuh. Penerapan pola makan ala barat yang berlebihan misalnya pengkonsumsian makanan siap saji (fast food) karena dinilai lebih praktis dan nikmat. Saat ini jenis-jenis makanan tersebut semakin menjamur dan diminati masyarakat, padahal makanan tersebut berkadar lemak jenuh tinggi yang tidak baik bagi kesehatan jantung dan juga dapat menyebabkan obesitas. Olah raga yang teratur selain untuk kesehatan juga mempunyai efek baik bagi kecantikan dan penampilan, karena tubuh kelihatan lebih menarik.

Penampilan cantik dan menarik erat kaitannya dengan kulit. Salah satu masalah saat ini yang berkaitan dengan kulit yaitu penuaan dini. Pada proses penuaan, kulit terlihat menjadi kering, kasar, kendur, terdapat bercak-bercak, timbul lipatan pada leher, berkerut, dan garis-garis ketuaan di wajah. Permasalahan kulit yang sering dialami adalah kulit kering dan kasar yang disebabkan kemunduran fungsi produksi kelenjar lemak kulit yang berkaitan dengan penurunan kadar hormon, sedangkan kulit keriput karena defisitnya jumlah serat kolagen pada lapisan dalam kulit.

Bahan-bahan alami yang banyak mengandung vitamin C dan E sangat baik untuk peremajaan kulit. Fungsi dari vitamin C dan E antara lain sebagai antioksidan yang memberi perlindungan dari radikal bebas dan melawan efek oksidasi yang dapat menyebabkan penuaan. Sumber vitamin C tinggi dapat diperoleh dari buah-buahan segar seperti jeruk lemon, kiwi, jambu biji, mangga, pepaya, dan lain-lain. Sumber vitamin E dapat diperoleh dari kecambah, kacang-kacangan, alpukat, dan lain-lain. Vitamin C dan E juga berperan dalam pembentukan kolagen yaitu jaringan yang menyangga kulit. Kolagen merupakan kerangka dalam lapisan kulit yang dapat mengeluarkan protein dan zat-zat bagi keremajaan kulit. Kolagen sangat baik untuk mempertahankan kondisi kulit tetap elastis dan kencang. Sumber kolagen juga dapat diperoleh dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung kolagen seperti ceker ayam.

Berikut ini contoh beberapa bahan alami dan tumbuhan obat yang dapat digunakan untuk perawatan kesehatan dan kecantikan, khususnya wanita.

1. Lidah Buaya (Aloe vera L.)
Khasiat : untuk menghaluskan kulit, mengatasi jerawat, flek hitam, menyuburkan dan menguatkan rambut, meningkatkan daya tahan tubuh, sakit kepala, pusing, dan lain-lain.
- Lignin yang terkandung dalam gel lidah buaya mampu meresap ke dalam kulit dan menahan hilangnya cairan tubuh dari permukaan kulit, dengan demikian kulit tidak cepat kering dan terjaga kelembabannya.

2. Alpokat (Persea gratissima Gaertn.)
Buah alpukat berkhasiat melembabkan kulit kering, sariawan, dan menurunkan kolesterol (asal tidak pakai gula/madu/susu).
- Kandungan lemak pada alpukat sangat baik untuk perawatan kulit wajah, terutama kulit kering.

3. Temu Lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)
Khasiat : meningkatkan stamina, jerawat, gangguan lambung dan hati, gangguan haid, anemia, dan lain-lain
- Rimpang temulawak mengandung kurkumin yang berfungsi sebagai antiradang, hepatoprotektor (melindungi hati dari kerusakan), dan antibakteri.

4. Kiwi (Actinidia chinensis)
khasiat : meningkatkan stamina tubuh, mencegah kanker, kecantikan kulit, mempercepat penyembuhan, dan lain-lain
- Buah kiwi mengandung vitamin C yang sangat tinggi sehingga baik sebagai antioksidan dan meningkatkan daya tahan tubuh.

5. Mengkudu (Morinda citrifolia L.)
khasiat : meningkatkan stamina, kolesterol tinggi, hipertensi, kegemukan, pelembut kulit, ketombe, mencegah kanker, dan lain-lain.
- mengandung damnachanthal yang berfungsi sebagai antikanker
- mengandung terpenten yang berfungsi dalam peremajaan sel.

6. Wortel (Daucus carota)
khasiat : untuk kesehatan mata, radang kulit, mencegah kanker, meningkatkan stamina, menurunkan kolesterol, mencegah keracunan logam berat, dan lain-lain.
- Mengandung beta-karoten yang berkhasiat sebagai antioksidan, memerangi radikal bebas, dan meningkatkan kesehatan tubuh.

7. Sambiloto (Andrographis paniculata)
Khasiat : sebagai antiradang, jerawat, hepatitis, kencing manis, bronkhitis, keputihan, demam, influenza, meningkatkan daya tahan tubuh, dan lain-lain.

8. Pegagan (Centella asiatica Urb.)
Khasiat : meningkatkan daya ingat, meningkatkan stamina, radang kulit, demam, susah tidur, bronkhitis, batuk darah, flek paru-paru, dan lain-lain mengandung Asiaticoside, asiatic acid dan madecassic acid yang mampu mempercepat pembentukan kolagen yang turut berperan dalam proses penyembuhan luka.

10. Daun dewa (Gynura pseudo-china)
Khasiat : gangguan haid, kista, meningkatkan sirkulasi darah, kolesterol tinggi, hipertensi, mencegah tumor, dan lain-lain.

11. Kencur (Kaempferia galanga)
Khasiat : meningkatkan stamina, bau mulut, batuk, masuk angin, perut kembung, nyeri haid, dan lain-lain.
Komponen etil-p-metoksisinamat yang terdapat pada minyak atsiri kencur mempunyai efek melindungi kulit.

Contoh Perawatan kesehatan secara tradisional/alamiah:

a. Meningkatkan stamina
- 30 gram temu lawak + 30 gram kencur + 10 gram jahe, direbus dengan 400 cc air hingga tersisa 200 cc, tambahkan madu, lalu diminum.

b. Perawatan Kulit
1. Jerawat :
- jus daun lidah buaya + daun sirih + daun sambiloto, masing-masing secukupnya, direbus dengan air secukupnya hingga mendidih, disaring, setelah dingin dicampurkan dengan bedak beras dingin lalu digunakan sebagai masker. Air rebusan tadi juga dapat digunakan untuk membersihkan kulit wajah (sebagai cleansing)
- 30 gram temu lawak + 15 gram sambiloto, direbus dengan 600 cc air hingga tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum 2 kali sehari.

2.Flek hitam :
- Kentang secukupnya dibersihkan, dikupas dan dihaluskan, campurkan sedikit ragi, diaduk, lalu dimaskerkan pada kulit wajah yang terdapat flek hitam hingga kering, lalu dibilas dengan air hangat hingga bersih. Lakukan secara teratur.

3.Mencegah dan menipiskan kerut pada dahi :
- Daun lidah buaya bagian dalamnya dijus, tambahkan putih telur secukupnya, lalu oleskan seperti memakai masker pada dahi.

4.Melembabkan kulit kering
- Daging buah alpukat dilumatkan hingga lembut, tambahkan ½ sendok minyak zaitun, aduk, lalu gunakan sebagai masker, diamkan hingga kering, lalu dibilas hingga bersih.

http://portal.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/detail.aspx?x=Hembing&y=cybermed%7C0%7C0%7C8%7C88

KHASIAT SAMBILOTO  

Sambiloto tumbuh liar di tempat terbuka seperti kebun, tepi sungai tanah kosong yang agak lembap atau dipekarangan. Daun tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang, bentuk laset, pangkal runcing, ujung meruncing, tepi rata, permukaan atas hijau tua, bagian bawah hijau muda, panjang 2-8 cm, lebar 1-3 cm. Bunga berbibir berbentuk tabung, kecil-kecil, warnanya putih bernoda ungu,. Buah kapsul berbentuk jorong. Perbanyak dengan biji atau stek batang.

Sifat kimiawi :

Rasa pahit, dingin, masuk meridian paru, lambung, usus besar dan usus kecil. Daun dan percabangannya mengandung laktone yang terdiri dari deoksiandrografolid, andrografolid (zat pahit), neoandrgrafolid, 14-deoksi-11-12-didehidroandrografolid,dan homoandrografolid, flavoid, alkene, keton, aldehid, mineral (kalium,kalsium, natrium). Asam kersik, damar. flavotiod

Diisolasi terbanayk dari akar yaitu polimetatoksivaflavon, andrografin, pan, ikkulin. Mono-0-metilwhitin dan apigenin-7,4 dimetileter. Zak aktif andrografoid terbukti berkhasiat sebagai hepatoprotektor (melindungi sel hati dari zat toksin)

Efek farmakologis :

  1. Herba ini berkhasiat bakteriostatik pada Staphylococcus Aurcus, Pseudomonas aeruginosa.Proteus vulgaris, Shigella dysenteriae dan Escherichia Coli.
  2. Herba ini sangat efektif untuk pengobatan infeksi In vitro, air rebusannya merangsang daya fagositosis sel darah putih.
  3. Andrografoid menurunkan demam yang ditimbulkan oleh pemberian vaksin yang menyebabkan panas pada kelinci.
  4. Andrografolid dapat mengakhiri kehamilan dan menghambat pertumbuhan trofosit plasenta.
  5. Dari segi farmakologi, sambiloto mempunyai efek muskarinik pada pembuluh darah, efek pada jantung iskenik, efek pada respirasi sel. Sifat kholeretik, anti inflamasi dan anti bakteri.
  6. Komponen aktifnya seperti coandrografolid, deoksiandrografolid dan 14-deoksi-11, 12-didehidroandrografolid berkhasiat anti radang dan antipiretik.
  7. Pemberian rebusan daun sambiloto 40% bly sebanyak 20 milkg bb dapat menurunkan kadar glucosa darah tikus putih (W. Sugiyanto, Fak. Farmasi UGM, 1978)
  8. Infus daun sambiloto 5%, 10% dan 15%, semuanya dapat menurunkan suhu tubuh marmut yang dibuat demam (hasir, jurusan farmasi FMIPA UNHAS, 1988).
  9. Infus herba sambiloto mempunyai daya anti jamur terhadap Microsforum canis, Trichophyton mentagrophytes, Trichophyton rubrum, candida albicans, dan ephydermaphyton floccosum (Lyli Hamzah bagian parasitologi FKUI )
  10. Fraksi etanol herba sambiloto memounyai efek antihistaminergik.(Anna setiadi Ranti jurusan farmasi FMIPA ITB)

KHASIAT TEMULAWAK  

KHASIAT TEMULAWAK

Tinjauan literatur tahun 1980 -1997

Oleh : Sri Purnomowati



Pendahuluan

Dengan adanya krisis moneter, masyarakat terdorong kembali menggunakan obat-obat tradisional yang boleh dikatakan bebas dari komponen impor. Salah satunya adalah rimpang temulawak yang telah dikenal oleh nenek moyang kita sejak jaman dahulu. Selama ini, telah banyak penelitian-penelitian yang dilakukan baik oleh ilmuwan Indonesia maupun ilmuawan asing untuk membuktikan khasiat temulawak, tetapi karena belum adanya sistem pendokumentasiaan yang terpadu, maka belum semua hasil-hasil penelitian tersebut dapat diakses oleh masyarakat umum. Berikut ini kami sajikan rangkuman publikasi tentang khasiat temulawak dari tahun 1980-1997 yang bersumber dari karya ilmiah asing dan karya ilmiah Indonesia koleksi PDII-LIPI. Tentunya masih ada karya ilmiah Indonesia yang belum tercakup dalam tulisan ini, termasuk penelitian skripsi dari perguruan tinggi yang memang tidak tersedia dalam koleksi PDII-LIPI. Namun demikian, kami berharap tinjauan literatur ini dapat membantu ilmuwan dalam mengikuti perkembangan Iptek mutakhir.

Untuk mengetahui khasiat temulawak, telah dilakukan beberapa cara pengujian, baik secara in vitro, pengujian terhadap binatang dan uji klinis terhadap manusia. Dari hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan, yang paling banyak adalah uji terhadap binatang percobaan, sedangkan uji terhadap manusia masih tergolong jarang.

Efek analgesik

Yamazaki (1987, 1988a) melaporkan bahwa ekstrak metanol temulawak yang diberikan secara oral pada tikus percobaan, dinyatakan dapat menekan rasa sakit yang diakibatkan oleh pemberian asam asetat. Selanjutnya, Yamazaki (1988b) dan Ozaki (1990) membuktikan bahwa germakron adalah zat aktif dalam temulawak yang berfungsi menekan rasa sakit tersebut.

Efek anthelmintik

Pemberian infus temulawak, temu hitam dan kombinasi dari keduanya dalam urea molasses block dapat menurunkan jumlah telur per gram tinja pada domba yang diinfeksi cacing Haemonchus contortus (Bendryman dkk. 1996).

Efek antibakteri/antijamur

Dilaporkan bahwa ekstrak eter temulawak secara in vitro dapat menghambat pertumbuhan jamur Microsporum gypseum, Microsporum canis, dan Trichophytol violaceum (Oehadian dkk. 1985). Minyak atsiri Curcuma xanthorrhiza juga menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans, sementara kurkuminoid Curcuma xanthorrhiza mempunyai daya hambat yang lemah (Oei 1986a).

Efek antidiabetik

Penelitian Yasni dkk. (1991) melaporkan bahwa temulawak dapat memperbaiki gejala diabetes pada tikus, seperti : growth retardation, hyperphagia, polydipsia, tingginya glukose dan trigliserida dalam serum, dan mengurangi terbentuknya linoleat dari arakhidonat dalam fosfolipid hati. Temulawak khusus-nya merubah jumlah dan komposisi fecal bile acids.

Efek antihepatotoksik

Pemberian seduhan rimpang temulawak sebesar 400, 800 mg/kg selama 6 hari serta 200, 400 dan 800 mg/kg pada mencit selama 14 hari, mampu menurunkan aktivitas GPT-serum dosis hepatotoksik parasetamol maupun mempersempit luas daerah nekrosis parasetamol secara nyata. Daya antihepatotoksik tergantung pada besarnya dosis maupun jangka waktu pemberiannya (Donatus dan Suzana 1987).

Efek antiinflamasi

Oei (1986b) melaporkan bahwa minyak atsiri dari Curcuma xanthorrhiza secara in vitro memiliki daya antiinflamasi yang lemah. Sementara Ozaki (1990) melaporkan bahwa efek antiinflamasi tersebut disebabkan oleh adanya germakron. Selanjutnya, Claeson dkk. (1993) berhasil mengisolasi tiga jenis senyawa non fenolik diarylheptanoid dari ekstrak rimpang temulawak, yaitu : trans-trans-1,7-difenil-1,3,-heptadien-4-on (alnuston); trans1,7-difenil-1-hepten-5-ol, dan trans,trans-1,7-difenil-1,3,-heptadien-5-ol. Ketiga senyawa tersebut dinyatakan mempunyai efek antiinflamasi yang nyata terhadap tikus percobaan.

Efek antioksidan

Jitoe dkk. (1992) mengukur efek antioksidan dari sembilan jenis rimpang temu-temuan dengan metode Thiosianat dan metode Thiobarbituric Acid (TBA) dalam sistem air-alkohol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ekstrak temulawak ternyata lebih besar dibandingkan dengan aktivitas tiga jenis kurkuminoid yang diperkirakan terdapat dalam temulawak. Jadi, diduga ada zat lain selain ketiga kurkuminoid tersebut yang mempunyai efek antioksidan. Selanjutnya, Masuda dkk. (1992) berhasil mengisolasi analog kurkumin baru dari rimpang temulawak, yaitu: 1-(4-hidroksi-3,5-dimetoksifenil)-7-(4 hidroksi-3-metoksifenil)-(1E. 6E.)-1,6-heptadien-3,4-dion. Senyawa tersebut ternyata menun-jukkan efek antioksidan melawan oto-oksidasi asam linoleat dalam sistem air-alkohol.

Efek antitumor

Itokawa dkk.(1985) berhasil mengisolasi empat senyawa sesquiterpenoid bisabolan dari rimpang temulawak, yaitu � -kurkumen, ar-turmeron, � -atlanton dan xanthorrizol. Sebagian besar dari zat tersebut merupakan senyawa antitumor melawan sarcoma 180 ascites pada tikus percobaan. Efektivitas antitumor dari senyawa tersebut adalah: (+++) untuk � -kurkumen, (++) untuk ar-turmeron, dan (++) untuk xanthorrizol. Sementara itu, Yasni (1993b) melaporkan bahwa pemberian temulawak dapat mengaktifkan sel T dan sel B yang berfungsi sebagai media dalam sistem kekebalan pada tikus percobaan.

Ahn dkk. (1995) melaporkan bahwa ar-turmeron yang terkandung dalam temulawak dapat mem perpanjang hidup tikus yang terinfeksi dengan sel kanker S-180. Komponen tersebut menunjukkan aktifitas sitotoksik yang sinergis dengan sesquifelandren yang diisolasi dari tanaman yang sama sebesar 10 kali lipat terhadap sel L1210. Disamping itu, kurkumin bersifat memperkuat obat-obat sitotoksik lainnya seperti siklofosfamida, MeCCNU, aurapten, adriamisin, dan vinkristin.

Efek penekan syaraf pusat

Penelitian Yamazaki dkk. (1987, 1988a) menyatakan bahwa ekstrak rimpang temu lawak ternyata mempunyai efek memperpanjang masa tidur yang diakibatkan oleh pento barbital. Selanjutnya dibuktikan bahwa (R )-(-)-xantorizol adalah zat aktif yang menyebab-kan efek tersebut dengan cara menghambat aktifitas sitokrom P 450. Selain xantorizol, ternyata germakron yang terkandung dalam ekstrak temulawak juga mempunyai efek mem perpanjang masa tidur (Yamazaki 1988b). Pemberian germakron 200 mg/kg secara oral pada tikus percobaan dinyatakan dapat menekan hiperaktifitas yang disebabkan oleh metamfe-tamin (3 mg /kg i.p). Lebih lanjut dinyatakan bahwa pemberian 750 mg/kg germakron secara oral pada tikus percobaan tidak menunjukkan adanya toksisitas letal (Yamazaki 1988b).

Efek diuretika

Penelitian Wahjoedi (1985) menyatakan bahwa rebusan temulawak pada dosis ekuivalen 1x dan 10x dosis lazim orang pada tikus putih mempunyai efek diuretik kurang lebih setengah dari potensi HCT (Hidroklorotiazid) 1,6 mg/kg.

Efek hipolipidemik

Penggunaan temulawak sebagai minuman pada ternak kelinci betina menunjukkan bahwa tidak terdapat lemak tubuh pada karkas dan jaringan lemak di sekitar organ reproduksi (Soenaryo 1985). Adapun penelitian Yasni dkk. (1993a) melaporkan bahwa temulawak menurunkan konsentrasi triglise rida dan fosfolipid serum, kolesterol hati, dan meningkatkan kolesterol HDL serum dan apolipoprotein A-1, pada tikus yang diberi diet bebas koles-terol. Adapun pada tikus dengan diet tinggi kolesterol, temulawak tidak menekan tingginya kolesterol serum walaupun menurunkan kolesterol hati. Dalam penelitian tersebut dilaporkan bahwa kurkuminoid yang berasal dari temulawak ternyata tidak mempunyai efek yang nyata terhadap lemak serum dan lemak hati, maka disimpulkan bahwa temulawak mengandung zat aktif selain kurkuminoid yang dapat merubah metabolisme lemak dan lipoprotein. Selanjutnya Yasni dkk. (1994) membuktikan bahwa � -kurkumen adalah salah satu zat aktif yang mempunyai efek menurunkan trigliserida pada tikus percobaan dengan cara menekan sintesis asam lemak.

Sementara itu, Suksamrarn dkk. (1994) melaporkan bahwa dua senyawa fenolik diarilheptanoid yang diisolasi dari rimpang temulawak, yaitu : 5-hidroksi-7-(4-hidroksifenil)-1-fenil-(1E)-1-hepten dan 7-(3, 4-dihidroksifenil)-5-hidroksi-1-fenil-(1E)-1-hepten, secara nyata menunjukkan efek hipolipidemik dengan cara menghambat sekresi trigliserida hati pada tikus percobaan.

Uji coba kemanjuran temulawak dilakukan oleh Santosa dkk. (1995). terhadap 33 orang pasien penderita hepatitis khronis. Selama 12 minggu, setiap pasien menerima 3 kali sehari satu kapsul yang mengandung kurkumin dan minyak menguap. Hasil pemantauan menunjukkan bahwa data serologi (GOT, GPT, GGT, AP) dari 68-77% pasien menunjukkan tendensi penurunan ke nilai normal dan bilirubin serum total dari 48% pasien juga menurun. Keluhan nausea/vomitus yang diderita pasien dilaporkan menghilang. Gejala pada saluran pencernakan dirasakan hilang oleh 43% pasien sedangkan sisanya masih mera sakan gejala tersebut, termasuk 70% pasien yang merasakan kehilangan nafsu makannya.

Efek hipotermik

Pemberian infus temulawak menunjukkan penurunan suhu pada tubuh mencit perco baan (Pudji astuti 1988). Penelitian Yamazaki dkk. (1987, 1988a) menunjukkan bahwa ekstrak metanol rimpang temulawak mempunyai efek penurunan suhu pada rektal tikus percobaan. Selanjutnya dibuktikan bahwa germakron diidentifikasi sebagai zat aktif dalam rimpang temulawak yang menyebabkan efek hipotermik tersebut (Yamazaki 1988b).

Efek insektisida

Pandji dkk. (1993) meneliti efek insektisida empat jenis rimpang dari spesies Zingiberaceae yaitu: Curcuma xanthorrhiza, C. zedoaria, Kaempferia galanga dan K. pandurata. Tujuh belas komponen terbesar termasuk flavonoid, sesquiterpenoid, dan derivat asam sinamat berhasil diisolasi dan didentifikasi menggunakan NMR dan Mass spektra. Semua komponen diuji toksisitasnya terhadap larva Spodoptera littoralis. Secara contact residue bioassay, nampak bahwa xantorizol dan furanodienon merupakan senyawa sesquiterpenoid yang paling aktif menunjukkan toksisitas melawan larva yang baru lahir, tetapi efek toksisitas tersebut tidak nyata jika diberikan bersama makanan. Selanjutnya dilaporkan bahwa ekstrak Curcuma xanthorrhiza mempunyai efek larvasida terhadap larva nyamuk Aedes aegypti instar III (Wibowo dkk. 1995).

Efek lain-lain

Hasil wawancara dengan 100 orang responden wanita petani menunjukkan bahwa penggunaan temulawak dapat memperbaiki kerja sistem hormonal yang mengontrol metabolisme khususnya karbo hidrat dan asam susu, memperbaiki fisiologi organ tubuh, dan meningkatkan kesuburan (Soenaryo 1985).

Komponen yang terkandung dalam temulawak dinyatakan mempunyai sifat koleretik (Oei 1986a; Siegers et al 1997). Temulawak dilaporkan mempunyai efek mengurangi pengeluaran tinja pada tikus percobaan (Wahyoedi 1980). Ekstrak temulawak tidak menunjukkan efek toksik. Untuk mematikan Libistes reticulatus diperlukan ekstrak Curcuma xanthorrhiza dengan dosis besar (Rahayu dkk. 1992).

Pemberian infus temulawak dinyatakan dapat meningkatkan kontraksi uterus tikus putih (Damayanti dkk. 1995), dapat meningkatkan tonus kontraksi otot polos trachea marmut (Damayanti dkk. 1996), dapat meningkatkan frekuensi kontraksi jantung kura-kura (Damayanti dkk. 1997), dan dapat meningkatkan absorbsi glukosa pada usus halus tikus (Halimah dkk. 1997)

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk membuktikan khasiat kurkumin yaitu salah satu zat aktif yang terkandung dalam temulawak, tetapi pembahasannya akan kami sajikan pada kesempatan lain.

Paten

Prestasi Oei Ban Liang dari Indonesia bersama dengan PT Daria Varia Laboratoria perlu kita banggakan. Mereka telah berhasil mempatenkan bahan anti-inflamasi berisi kombinasi zat aktif yang berhasil diisolasi dari Curcuma sp. di Eropa dengan No.: 440885. Sementara itu, di Jepang, Yamazaki dkk. telah mempatenkan germakron yaitu zat aktif yang terkandung dalam temulawak, sebagai penekan sistem syaraf pusat di Jepang dengan nomor: 89139527. Sediaan tersebut berupa granul yang mengandung germakron dan manitol dengan bahan pengikat hidroksipropilselulose 10% dalam etanol.

Pada tahun 1995, Imaisumi dari Suntory Ltd. Jepang telah mempatenkan makanan yang mengandung � -kurkumen yaitu zat aktif yang berasal dari rimpang temulawak dengan nomor paten 07 20, 149, 628. Dinyatakan bahwa makanan tersebut dapat meningkatkan metabolisme lemak, dan secara in vivo dapat menurunkan trigliserida pada hati dan serum tikus. Adapun Tanaka dkk. dari perusahaan Shiseido di Jepang, baru-baru ini yaitu tahun 1997, berhasil mempatenkan kosmetik untuk kulit dengan nomor 09 20, 635. Kosmetik yang mengandung ekstrak temulawak tersebut dinyatakan efektif sebagai pembentuk melanin atau penghambat tirosinase.

Penutup

Dari tulisan tersebut di atas dapat diketahui bahwa temulawak mempunyai berbagai macam khasiat, yaitu sebagai: analgesik, anthelmintik, antibakteri, antijamur, antidiabetik, antidiare, antiinflamasi, anti-hepatotoksik, antioksidan, antitumor, depresan, diuretik, hipotermik, hipolipidemik, insektisida, dan lain-lain. Khasiat temulawak tersebut telah dibuktikan melalui teknik ilmu pengetahuan modern baik oleh ilmuwan dalam dan luar negeri. Mudah-mudahan dengan adanya tulisan semacam ini ilmuwan kita lebih terpacu untuk mengembangkan obat-obat tradisional, sehingga tidak ketinggalan dibandingkan dengan ilmuwan asing. Untuk informasi lebih lanjut atau pemesanan artikel lengkapnya, silahkan menghubungi PDII-LIPI.

Daftar pustaka

Ahn, Byung-zun; Lee, Yong-Hyung; Oh, Won-Kenn; Baik, Kyung-up; Yung, Sang-Hun. 1995. Ar-turmerone and its analogues: synthesis and anti tumor activity. In: International Symposium on Curcumin Pharmacochemistry, 1995 August 29-31; Yogyakarta. Abstrak.

Bendryman, Sri Subekti; Wahyuni, Retno Sri; Puspitawati, Halimah. 1996. Khasiat rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) dan temu hitam (Curcuma aeruginosa) dalam urea molasses block (UMB) sebagai obat cacing (anthelmintika) dan pemacu pertumbuhan (feed additive) pada domba. Surabaya: Lembaga Penelitian Universitas Airlangga.

Claeson, P.; Panthong, A; Tuchinda, P; Reutrakul, V; Kanjanapothi, D; Taylor, W.C.; Santisuk,T. 1993. Three Non Phenolic Diarylheptanoids with anti-inflammatory activity from Curcuma xanthorrhiza. Planta Medica, 59(5): 451-454.

Claeson, P.; Pongprayoon, U; Sematong, T; Tuchinda, P; Reutrakul, V; Soontornsaratune, P; Taylor, W.C. 1996. Non phenolic linear diarylheptanoids from Curcuma xanthorrhiza. A novel type of topical anti-inflammatory agents. Structure •activity relationship. Planta Medica, 62(3): 236-240. Abstrak.

Damayanti, Ratna. 1995. Pengaruh pemberian infus temulawak (Curcuma xanthorrhiza Rhizoma) terhadap kontraksi uterus tikus. Laporan penelitian. Surabaya: Fakultas Kedokteran hewan, Lembaga Penelitian Universitas Airlangga.

Damayanti, Ratna; Ma 'ruf, Anwar; Effendi, Chusnan; Puguh, Kuncoro; Sulian, Nunuk. 1995. Pengaruh pemberian infus temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap kontraksi uterus tikus. Surabaya: Lembaga Penelitian Universitas Airlangga.

Damayanti, Ratna; Martini, Tri; Ma 'ruf, Anwar; Hidayati, Nove; Puguh, Kuncoro. 1996. Pengaruh pemberian infus temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) terhadap kontraksi tracea marmut. Surabaya: Lembaga Penelitian Universitas Airlangga.

Damayanti, Ratna; JM, Maryanto; Ma 'ruf, Anwar; Hidayati, Nove; Puguh, Kuncoro. 1997. Pengaruh pemberian infus temulawak (Curcuma xanthorrhiza rhizome) terhadap kontraksi jantung Surabaya : Lembaga Penelitian Universitas Airlangga.

Donatus, Imono Argo; Susana, Nunung. 1987. Daya antihepatotoksik seduhan rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) pada mencit. Seminar Nasional Metabolit sekunder. Yogyakarta: PAU Bioteknologi, Universitas Gadjah Mada. Hal 250-256.

Halimah, Eli; Muhtadi, Ahmad; Sumiwi, Sri Adi. 1996. Uji efek dari infus Curcuma xanthorrhiza Roxb. terhadap absorbsi glukosa secara in situ pada tikus. Bandung: Lembaga Penelitian Universitas Padjadjaran.

Imaizumi, Katsumi (suntory Ltd). Lipid metabolism improving agents and food containing � -curcumene and manufacture of the food. Jpn. Kokai Tokkyo Koho JP 07 20, 149, 628 [95,149,628], 13 Jun 1995, Appl. 93/300,270, 30 Nov 1993; 4 pp. Abstrak.

Itokawa, Hideji; Hirayama, Fusayoshi; Funakoshi, Kazuko; Takeya, Koichi. 1985. Studies on the antitumor bisabolane sesquiterpenoide isolated from Curcuma xanthorrhiza. Chemical and Pharma-ceutical Bulletin, 33(8): 3488-92.

Jitoe, Akiko; Masuda, Toshiya; Tengah, I.G.P.; Suprapta, Dewa N.; Gara, I.W. Nakatani, Nobuji. 1992. Antioxidant activity of tropical ginger extracts and analysis of the container curcuminoids. J. Agric. Food Chemistry 40 :1337-1340.

Masuda, Tosyiya; Isobe, Junko; Jitoe, Akiko; Nakatani, Nobuji. 1992. Antioxidative curcuminoide from rhizomes of Curcuma xanthorrhiza. Phytochemistry 31(10) : 3645-3647.

Masuda, Tosyiya. 1997. Anti-inflamatory antioxidants from tropical Zingiberaceae plants. Isolation and synthesis of new curcuminoids. ACS Symp. Ser. 1997, 660 (Spices) : 219-233. Abstrak.

Oehadian, Hanna; Sjafiudin, Mohamad; Mohamad, Eksan; Nuraini. Efek antijamur dari Curcuma xanthor-rhiza terhadap beberapa jamur golongan Dermatophyta. Dalam: Simposium Nasional Temulawak ; tanggal 17-18 September 1985; Bandung. Bandung: Universitas Padjadjaran. Hal 180­185.

Oei Ban Liang dkk. 1986a. Efek koleretik dan anti kapang komponen Curcuma xanthorrhiza Roxb. dan Curcuma Domestica Val. Laporan Penelitian. PT. Darya Varia Laboratoria.

Oei Ban Liang. 1986b. Penentuan efek antiinflamasi minyak atsiri Curcuma domestica Val dan Curcuma xanthorrhiza Roxb. secara invitro. Laporan Penelitian. PT Darya Varia Labora-toria.

Oei Ban Liang. PT Daria-Varia Laboratoria. Combinations of compounds isolated from Curcuma species as antiinflammatory agent. Eur. Pat. Pat. No.: 440885; 6 pp. Abstrak.

Ozaki, Yukihiro. 1990. Antiinflammatory effect of Curcuma xanthorrhiza ROXB. and its active principles. Chemical Pharmaceutical Bulletin 38(4) : 1045-1048.

Pandji,Chilwan; Grimm, Claudia; Wray, Victor; Witte, Ludger; Proksch, Peter. 1993. Insecticidal constituents from four species of the Zingiberaceae. Phytochemistry 34(2) : 415-419.

Pudjiastuti; Dzulkarnain, B.; Nuratmi, Budi. 1988. Toksisitas akut (LD50) dan pengaruh beberapa tanaman obat terhadap mencit putih. Cermin dunia kedokteran 53: 44-47.

Rahayu, Rita D.dkk. 1992. Uji pendahuluan toksisitas ekstrak Curcuma xanthorrhiza Roxb, Curcuma Aeruginosa Roxb, dan Kaempferia Pandurata. Laporan penelitian. Pusat Penelitian dan Pengem bangan Biologi-LIPI.

Santosa, Mulya H.; Dyatmiko, Wahyu; Soemarto, R.; Adi, Pangestu; Zaini, Noor Cholies. 1995. Efficacy of standardized temulawak extract capsule on chronic hepatitis patients.In: International Sympo sium on Curcumin Pharmacochemistry, 1995 August 29-31; Yogyakarta. Abstrak.

Siegers, CP; Deters, M; Strubelt, O; Hansel ,W. 1997. Choleretic properties of different curcuminoids in the rat bile fistula model. Pharm. Pharmacol. Lett. 7(2/3) : 87-89. Abstrak.

Soebahagiono; Soemartina; Bambang;Panigoro; Sugiyartono. 1986. Perbandingan jumlah zat kandungan yang terlarut dari infus temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap tablet dan kapsul temulawak dalam larutan pencernaan buatan.Dalam kumpulan hasil-hasil penelitian bidang obat-obatan tradisional. Surabaya: Universitas Airlangga. Hal.145-166.

Soenaryo, Ch. 1985. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) sebagai obat untuk memperbaiki kerja fisiologik dan kesuburan pada wanita dan ternak betina. Dalam: Simposium Nasional Temulawak; tanggal 17-18 September 1985; Bandung. Bandung: Universitas Padjadjaran. Hal 146-9.

Suksamrarn, Apichart; Eiamong, Salinee; Piyachaturawat, Pawinee; Charoenpiboonsin, Jinda. 1994. Phenolic diarylheptanoids from Curcuma xanthorrhiza. Phytochemistry 36(6) : 1505-1508.

Tanaka, Naomi; Shibata, Yuki; Yokogawa, Yoshihiro; Naganuma, Masako (Shiseido Co Ltd, Japan). Skin-lithtening cosmetics containing extracts of Curcuma xanthorrhiza or related plants. Jpn. Kokai Tokkyo Koho JP 09 20, 635 [97 20,635], 21 Jan 1997, Appl. 95/191,234, 4 Jul 1995; 8 pp. Abstrak.

Wahyoedi, B.; Dzulkarnain, B.; Nurendah, P.S.; Bakar, S. 1980. Pengaruh beberapa tanaman obat terhadap "fecal output" padá tikus. Risalah Simposium Penelitian Tumbuhan Obat III; tanggal 25-26 September 1980; Yogyakarta. Yogyakarta: Fakultas Farmasi UGM.

Wahyoedi, B. 1985. Efek diuretic rebusan rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza) pada tikus putih. Dalam: Simposium Nasional Temulawak; tanggal 17-18 September 1985; Bandung. Bandung: Universitas Padjadjaran. Hal 109-12.

Wibowo, Agung Eru; Minaldi; Nizar; Sumaryono, Wahono. 1995. Eksplorasi senyawa berkhasiat larvasida dari empat spesies Curcuma terhadap larva nyamuk demam berdarah (Aedes aegypti Linn). Dalam: Seminar sehari perkembangan mutakhir pengkajian metabolit sekunder untuk farmasi dan pertanian, di Jakarta 28 September 1995. Jakarta: Direktorat Pengkajian Ilmu Kehidupan-BPPT.

Yamazaki, Mikio; Maebayashi, Yukio; Iwase, Nobuhisa; Kaneko, Toshiyuki. Germacrone as central nervous system depresant. Jpn. Kokai Tokkyo Koho; Pat. No.: 89139527; 8 pp.; in Japan. Abstrak.

Yamazaki, Mikio; Maebayashi, Yukio; Iwase, Nobuhisa; Kaneko, Toshiyuki. 1987. Studies on pharmacologically active principles from Indonesian crude drugs. I. Principle prolonging pentobarbital induced sleeping time from Curcuma xanthorrhiza Roxb. Chemical and Pharmaceutical Bulletin 35(8) : 3298-330.

Yamazaki, Mikio; Maebayashi, Yukio; Iwase, Nobuhisa; Kaneko, Toshiyuki. 1988a. Studies on pharma-cologically active principles from Indonesian crude drugs. I. Principle prolonging pentobarbital induced sleeping time from Curcuma xanthorrhiza Roxb. Chemical and Pharmaceutical Bulletin 36(6) : 2070-4.

Yamazaki, Mikio; Maebayashi, Yukio; Iwase, Nobuhisa; Kaneko, Toshiyuki. 1988b. Studies on pharma- cologically active principles from Indonesian crude drugs. II. Hypothermic Principle from Curcuma xanthorrhiza Roxb. Chemical and Pharmaceutical Bulletin 36(6) :2075-78.

Yanti M. 1982. The protective effects against induced diarrhea of curcuma extract, Areca catechu extract and both extract combined with kaolin in albino rats. Laporan Penelitian. Jakarta: Bagian Farmakologi-FKUI.

Yasni, Sedarnawati; Imaizumi, Katsumi; Sugano, Michihiro. 1991. Effects of an Indonesian Medicinal plant, Curcuma xanthorrhiza Roxb.on the levels of serum glukose, and triglyceride, fatty acid desaturation, and bile acid excretion in Streptozotocin-induced diabetic rats. Agricultural Biological Chemistry 55 (12) :3005-3010.

Yasni, Sedarnawati; Imaizumi, K; Nakamura, M; Aimoto, J; Sugano, M. 1993a. Effects of Curcuma xanthorrhiza Roxb. and curcuminoids on the level of serum and liver lipids, serum apolipoprotein A-1 and lipogenic enzymes in rats. Fd Chem Toxic 31(3):213-218.

Yasni, Sedarnawati; Yoshiie, Kiyotaka; Oda, Hiroshi; Sugano, Michihiro; Imaizumi, Katsumi. 1993b. Dietary Curcuma xanthorrhiza Roxb. Increased mitogenic responses of splenic lymphocytes in rats, and alters population of the lymphocytes in mice. J Nutr Sci Vitaminol 39: 345-354.

Yasni, Sedarnawati; Imaizumi, Katsumi; Sin, K.; Sugano, Michihiro; Nonaka, G; Sidik. 1994. Identi-fication of an active principle in essential oils and hexane-soluble fraction of Curcuma xanthor-rhiza Roxb. showing triglyceride-lowering action in rats. Food Chem Toxicol 32(3): 273-278.

http://www.indofarma.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=21&Itemid=125&limit=1&limitstart=0

PUSAT HERBAL SUNNAH

HADITS PRIMA SAUDA PLUS

Daftar Blog Saya

APOTIK HABBATUSSAUDA

About Me

Foto Saya
Saya mulai berjualan Habbatussauda setelah merasakan manfaat akan kebenaran perkataan Nabi kita Muhammad SAW dan makin banyak saya berjualan maka makin nyatalah kebenaran perkataan nabi kita jika Habbatusauda obat bagi semua penyakit kecuali kematian (HR. BUKHARI - MUSLIM) Bagi yang minat jualan, eceran atau grosiran atau sekedar berbagi pengalaman tentang Habbatussauda dan tafsir hadist-hadits Habbatussauda bisa menghubungi saya di HP: 085227044550 atau email: binmuhsingroup@yahoo.com