Search this blog


Home About Contact
Rabu, 15 Oktober 2008

TINGKATKAN KEKEBALAN TUBUH ; Meniran-Sambiloto Hambat HIV/AIDS  

HINGGA saat ini belum ada penelitian yang membuktikan sebuah formula bisa untuk mengobati AIDS dan menjadi penyelamat jiwa penderitanya. Namun, sejumlah pakar berhasil menemukan setidaknya ada jenis tumbuhan yang mampu bekerja menghambat perubahan virus HIV menjadi AIDS, meski belum bisa membunuhnya, yakni meniran dan sambiloto.

Ketua Klinik VCT Rumah Sakit Prof Dr Margono Sukarjo (RSMS) Banyumas dr Akhmad Wiryawan mengatakan, menurut penelitian yang dilakukan pakar luar negeri, tanaman sambiloto dan meniran memiliki khasiat untuk meningkatkan kekebalan tubuh dalam menghadapi berbagai serangan penyakit termasuk HIV/ AIDS.

Selain itu, kedua tanaman tersebut memiliki kemampuan mencegah virus HIV menjadi dewasa, masuk ke sel tubuh dan berkembang biak. “Kegunaan itulah yang harusnya dilihat masyarakat khususnya pengidap HIV/AIDS, sebagai solusi alternatif obat konvensional buatan pabrik.

http://www.aidsindonesia.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=621&Itemid=73

Populasi kedua tanaman itu juga sangat banyak di Indonesia, bahkan keberadaannya selama ini hanya dipandang sebelah mata sebagai tumbuhan pengganggu,” papar Akhmad Wiryawan kepada KR di ruang kerjanya baru-baru ini.

Dijelaskan, pengidap HIV/ AIDS kebanyakan menggunakan obat konvensional, yakni Antiretroviral (ARV). Namun obat ini mempunyai efek samping bagi penggunanya, yakni mempengaruhi pencernaan, alergi kulit, terganggunya fungsi organ tubuh, serta tidak bisa dicampur dengan sembarang obat.

“Sebagai obat buatan pabrik dan memiliki kandungan kimia sintetis yang tinggi, otomatis ARV mempunyai efek samping, sehingga pengguna tidak merasa nyaman. Selain itu harganya mahal dan sering terkendala pasokan karena masih diimpor.

Berbeda dengan meniran dan sambiloto yang alami dan murah. Selain khasiatnya sama, penggunaannya tidak menimbulkan efek samping,” ujar Akhmad.

Ditambahkan, proses pengolahan meniran dan sambiloto hingga siap dikonsumsi sebagai obat penghambat HIV/AIDS cukup mudah dan bisa dilakukan semua orang. Antara lain dengan memasak tumbuhan itu dan meminum air rebusannya, atau membuatnya menjadi jus.

“Prosesnya memang mudah, namun agar hasilnya maksimal, terapi harus dilakukan secara teratur setiap hari minimal sekali. Jika dilakukan secara teratur, dalam jangka waktu tiga bulan hasilnya terlihat dengan naiknya tingkat kekebalan tubuh, dan itu sudah terbukti,” tandas Akhmad.
(Jarot Sarwosambodo)-s

What next?

You can also bookmark this post using your favorite bookmarking service:

Related Posts by Categories



PUSAT HERBAL SUNNAH

HADITS PRIMA SAUDA PLUS

Daftar Blog Saya

APOTIK HABBATUSSAUDA

About Me

Foto Saya
Saya mulai berjualan Habbatussauda setelah merasakan manfaat akan kebenaran perkataan Nabi kita Muhammad SAW dan makin banyak saya berjualan maka makin nyatalah kebenaran perkataan nabi kita jika Habbatusauda obat bagi semua penyakit kecuali kematian (HR. BUKHARI - MUSLIM) Bagi yang minat jualan, eceran atau grosiran atau sekedar berbagi pengalaman tentang Habbatussauda dan tafsir hadist-hadits Habbatussauda bisa menghubungi saya di HP: 085227044550 atau email: binmuhsin_group@yahoo.co.id